Sabtu, 05 November 2011

Arti sebuah ketulusan dan pengorbanan

Mungkin banyak diantara kita yang maseh binggung dengan arti sebuah ketulusan dan sebuah pengorbanan atau mungkin malah sebaliknya. Mungkin apa yang akan saya jabarkan dibawah ini bisa menambahkan referensi anda tentang arti dari sebuah ketulusan dan sebuah pengorbanan.
Menurut kamus umum bahasa indonesia ketulusan yang memiliki kata dasarnya “tulus” berarti sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci), jujur, tidak pura-pura, tidak serong, tulus hati, tulus iklas, tidak punya tedensi yang lain, tidak ada rasa ingin memiliki sementara ketulusan memiliki arti kesungguhan dan kebersihan hati. Sedangkan pengorbanan dengan kata dasarnya “korban” bermakna pemberian untuk menyatakan kebaktian, kesetian, dan sebagainya kemudian pengorbanan itu sendiri di artikan sebagai proses, cara, atau perbuatan mengorbankan.
Menurut saya, ketulusan itu sebenarnya berbicara tentang keiklasan seseorang dalam melakukan sesuatu. Sedangkan pengorbanan itu berbicara lebih kepada perwujudan nyatanya atau dengan kata lain suatu pembuktian nyata dari suatu ketulusan hatinya. Ketulusan dan pengorbanan itu adalah 2 kata yang tidak dapat terpisahkan di dalam dunia nyata, dengan kata lain dimana ada ketulusan pasti disitu akan ada sebuah pengorbanan. Namun kebanyakan yang sering terjadi bahwa ketulusan yang diikuti oleh sebuah pengorbanan itu bisa membuat seseorang sedih, sakit hati atau malah kehilangan nyawanya meski pun melakukannya dengan keiklasan hati seperti yang terjadi di dalam kisah cerita romeo dan juliet tapi bagi saya tiada suatu pengorbanan pun yang akan sia-sia dan menyakitkan apabila kita tulus melakukannya.
Mungkin kebanyakan dari kita mengira bahwa ketulusan dan pengorbanan itu hanya terjadi dalam kisah-kisah percintaan sepasang kekasih seperti seorang pria yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan hati seorang wanita dan banyak lagi kisah-kisah yang seperti itu. Sebenarnya ketulusan dan pengorbanan itu tidak hanya terjadi dalam kisah-kisah romantisme percintaan sepasang kekasih saja. Akan tetapi ketulusan dan pengorbanan itu bisa terjadi di dalam kisah apa saja. Sebagai contoh, apabila kita melakukan aktivitas kita setiap harinya atau pekerjaan kita dimana pun itu dengan hati yang iklas maka kita harus iklas atau rela juga kehilangan saat-saat yang berharga atau pun kejadian penting yang tidak akan mungkin bisa terulang lagi dengan keluarga, sahabat, atau pun temen-teman kita. Misalnya seperti ketika seorang ayah yang tak bisa melihat anaknya berbicara untuk pertama kali karena pada saat itu sedang ada dikantornya atau seorang ayah yang tidak bisa melihat di saat anaknya wisuda karena tidak mendapatkan cuti dari pekerjaannya untuk melakukan perjalanan ketempat ananknya wisuda yang kebetulan lokasinya berjauhan dengan tempat tinggalnya, atau seorang Polisi/TNI yang rela meninggalkan keluarganya menuju medan pertempuran demi suatu tugas yang diberikan negara kepadanya yang harus dilakukannya, bahkan dia rela kehilangan nyawanya demi tugas itu. Masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya sebagai perwujudan dari sebuah ketulusan dan pengorbanan seseorang yang mungkin selama ini kita tidak menyadari. Menurut saya itu adalah perwujudan dari suatu ketulusan seseorang terhadap apa yang dia lakukan meskipun terkadang di hati kecilnya dia sedih dengan pengorbanannya. Kita sering menyebutnya resiko dalam sebuah pekerjaan akan tetapi bagi saya itu lah perwujudan ketulusan seseorang beserta pengorbanannya. Seharusnya kita harus bangga apabila kita masih bisa melakukan suatu pengorbanan dengan ketulusan hati dan juga patut menghargai pengorbanan orang lain kepada kita karena saat sekarang ini belum tentu pengorbanan itu dilakukan berdasarkan ketulusan hatinya dengan kata lain pengorbanan itu dilakukan demi egoisme pribadi. Apapun itu menurut saya semuanya itu tergantung bagaimana kita mengartikan suatu pengorbanan itu. Mungkin kita berfikir bahwa apa yang dilakukannya tidak berarti sama sekali bagi kita atau justru malah menyakitkan hati kita, akan tetapi belum tentu itu juga dirasakan oleh orang lain atau orang yang melakukannya. Karena terkadang sifat egois telah menutup mata kita dalam melihat arti dari sebuah ketulusan dan pengorbanan seseorang. Dan bagi saya pengorbanan yang dilakukan dengan ketulusan hati adalah suatu anugrah yang diberikan oleh yang maha kuasa.
“Tiada suatu pengorbanan pun yang sia-sia atau pun menyedihkan karena sesungguhnya orang yang tidak dapat melihat arti dari sebuah ketulusan dan pengorbanan itulah, termasuk kedalam orang yang paling menyedihkan dan tidak pantas untuk mendapatkan ketulusan dan pengorbanan itu”

oleh;slampuerwantoe
       (http://kerajaankodokijo.blogspot.com/)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar